Wisata Alam di Gunung Gede Puncak

Gunung Gede Menjadi salah satu tujuan pendakian para pecinta alam yang dipilih menjadi habitat bagi satwa langka Jawa Barat tahun 2002 Jawa di tempat ini dinyatakan sebagai kawasan tujuan para pecinta alam berada di desa Cisarua tentang bukan hanya tawarkan keindahan alam namun juga menjadi rumah bagi 14 elang ekor Jawa yang terbagi dalam 5 keluarga

kali ini saya bersama Perum Perhutani akan memantau salah satu keluarga elang jawa yang dilepasliarkan 2016 lalu namanya mel dan pul, jarak menuju lokasi hanya sekitar dua setengah kilo meter dari kantor Yayasan Owa jawa sepanjang perjalanan saya disuguhi berbagai pemandangan menakjubkan. jalan sempit dan licin juga menemani perjalanan saya belum lagi tanjakannya yang cukup menguras tenaga

ditengah perjalanan saya bertemu dengan Team yang akan memasang kamera Trap tim gabungan Perum Perhutani ini biasanya memasang kamera di jalur-jalur yang biasa dilewati oleh hewan penghuni hutan Malabar. sebelum dipasang kelengkapan dan fungsi kamera dicek terlebih dahulu mulai dari kartu penyimpan baterai sampai pengaturan waktu pengambilan gambar, biasanya kamera ini setiap 20 hari sekali selain untuk menjaga agar kamera ini tetap menyala juga menukar kartu penyimpan agar datanya bisa segera dipindahkan

jadi kamera Trap ini ini pasang untuk memonitor ada hewan apa saja di Gunung Gede ini lalu mengidentifikasi macan tutul juga menilai potensi bahaya apa saja yang bisa mengancam wajah yang sudah dilepas biarkan disini

Setelah dipasang lokasi kamera ditandai oleh GPS agar mudah dilacak. kamera ini menggunakan sistem otomatis yang akan menggambar ketika mendeteksi gerakan kamera disebarkan di berbagai titik di hutan ini sayangnya jumlahnya masih terbatas sehingga belum dapat tersebar secara merata selesai dipasang petugas juga memasang peringatan agar kamera tidak diambil oleh pengunjung atau warga yang melintas

dari sini saya dan tim melanjutkan perjalanan Setelah berjalan sekitar 20 menit Akhirnya saya sampai di kandang habis wangi dan pos pemantauan Owa jawa. kandang sebesar 56 M2 ini berfungsi sebagai tempat adaptasi owa sebelum benar-benar menginginkan ke habitatnya pengawasan dan pencatatan biasanya dilakukan selama kurang lebih 1 tahun

keluarga yang satu ini sudah punya anak Artinya mereka sudah berhasil beradaptasi dengan lingkungannya Mereka pun lebih banyak di luar kandang walaupun begitu pihak yayasan tidak akan membongkar kandang ini karena Binatang masih sering kembali jauh di area konservasi ini kita tidak boleh terlalu dekat dengan pulau Jawa karena kau terlalu dekat nanti mereka Fahmi kerusakan terus mendekat kemanusiaan aku tanya yang harus segera menjauh kalau mereka sudah benar-benar mendekat Kakak itu artinya mereka benar-benar melakukan

pemilihan kawasan ini melewati proses yang panjang yayasan perlindungan hewan melakukan penelitian selama setahun sebelum akhirnya melepas liar ke wajah di tahun 2014 selain untuk menjaga kelestarian Yayasan Owa jawa juga memberikan edukasi terhadap wisatawan

kawasan seluas 55 hektar ini selain terus diupayakan menjadi kawasan konservasi juga memiliki sejarah yang tak kalah menarik, pada tahun 1923 di Gunung Gede terdapat Stasiun Radio Malabar Stasiun Radio ini memang digunakan pemerintah Hindia Belanda untuk berkomunikasi dengan pemerintah kerajaan Belanda hingga akhirnya dihancurkan di tahun 1946 lain hutan konservasi Gunung Gede juga merupakan kawasan hutan lindung yang harus terus dijaga keasliannya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s